Anies Rasyid Baswedan: Serangan Militer Amerika Serikat terhadap Venezuela Sangat Disayangkan

Anies Rasyid Baswedan: Serangan Militer Amerika Serikat terhadap Venezuela Sangat Disayangkan

Sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) ke Venezuela. Informasi tersebut dilaporkan The New York Times, mengutip keterangan seorang pejabat Venezuela, seperti yang diberitakan Al-Jazeera.

Korban tewas dalam serangan AS mencakup warga sipil dan anggota militer. Salah satu serangan udara dilaporkan menghantam sebuah bangunan hunian tiga lantai di kawasan La Mar Catia, wilayah pesisir yang terletak di sebelah barat Bandara Caracas, Venezuela.

Di antara korban tewas terdapat seorang perempuan lansia bernama Rosa Gonzalez (80), bersama anggota keluarganya. Keponakan Rosa, Wilman Gonzalez, yang turut terluka dalam serangan itu, mengaku kehilangan tempat tinggal akibat serangan udara tersebut.

Sebelumnya, kebingungan dan kepanikan menyelimuti warga di Caracas, Venezuela, ketika AS meluncurkan serangan. Pada tengah malam, warga berhamburan menuju jendela dan teras rumah. Sejumlah warga juga melaporkan listrik padam di berbagai titik.

Sumber:

JavaScript is not available.

No Description

Banyak tokoh nasional dan internasional yang bereaksi atas serangan Amerika Serikat ke Venezuela, diantaranya:

Anies Rasyid Baswedan

Lewat akun resmi platform X, @aniesbaswedan, Anies Rasyid Baswedan mengunggah pernyataan atas reaksi terjadinya serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela. 

Naskah Asli:

The U.S. military strike on Venezuela is deeply regrettable, as it contradicts the very principles of sovereignty and multilateralism that America has long championed. As a self-proclaimed guardian of global democracy, this unilateral action raises serious questions about their consistency, especially in today’s multipolar world where Russia’s and China’s influence in Latin America is growing stronger. It risks sparking widespread instability, compelling nations like Indonesia to navigate our national interests more strategically, rather than simply following ideological currents.

What happens to Venezuela also sets a precedent for other developing countries. It goes beyond a violation of sovereignty. It’s a deliberate effort to restrict the Global South’s freedom to manage its own resources. We must bolster solidarity among developing nations to safeguard the non-intervention principles we have long fought for.

The weaknesses of multilateral diplomacy, such as through the UN or the OAS, are becoming all too evident, rendering soft approaches like the ASEAN Way less effective against direct confrontations. It’s time for us to develop a more proactive diplomacy, including networks with non-state actors for effective mediation, rather than a passive neutrality that leaves us vulnerable as collateral damage.

This strike could also serve as a catalyst for reforming global governance from a Southern perspective. Indonesia has the opportunity to lead initiatives at the UN to amplify the voices of developing countries, particularly on strategic resources. This isn’t merely a moral response, but a survival strategy in a fragmented world, emphasizing leadership that builds bridges rather than yielding to destructive powers. •••

Terjemahan:

Serangan militer AS terhadap Venezuela sangat disayangkan, karena bertentangan dengan prinsip-prinsip kedaulatan dan multilateralisme yang telah lama diperjuangkan Amerika. Sebagai negara yang mengklaim sebagai penjaga demokrasi global, tindakan unilateral ini menimbulkan pertanyaan serius tentang konsistensi prinsip-prinsip tersebut, terutama di dunia multipolar saat ini di mana pengaruh Rusia dan Tiongkok di Amerika Latin semakin kuat. Hal ini berisiko memicu ketidakstabilan yang meluas, memaksa negara-negara seperti Indonesia untuk menavigasi kepentingan nasional kita secara lebih strategis, daripada sekadar mengikuti arus ideologis.

Apa yang terjadi pada Venezuela juga menjadi preseden bagi negara-negara berkembang lainnya. Ini melampaui pelanggaran kedaulatan. Ini adalah upaya yang disengaja untuk membatasi kebebasan negara-negara Selatan dalam mengelola sumber daya mereka sendiri. Kita harus memperkuat solidaritas di antara negara-negara berkembang untuk melindungi prinsip-prinsip non-intervensi yang telah lama kita perjuangkan.

Kelemahan diplomasi multilateral, seperti melalui PBB atau OAS, semakin terlihat jelas, sehingga pendekatan lunak seperti ASEAN Way menjadi kurang efektif dalam menghadapi konfrontasi langsung. Sudah saatnya kita mengembangkan diplomasi yang lebih proaktif, termasuk jaringan dengan aktor non-negara untuk mediasi yang efektif, daripada netralitas pasif yang membuat kita rentan sebagai korban.

Aksi mogok ini juga dapat berfungsi sebagai katalis untuk mereformasi tata kelola global dari perspektif Selatan. Indonesia memiliki kesempatan untuk memimpin inisiatif di PBB untuk memperkuat suara negara-negara berkembang, khususnya mengenai sumber daya strategis. Ini bukan sekadar respons moral, tetapi strategi bertahan hidup di dunia yang terfragmentasi, yang menekankan kepemimpinan yang membangun jembatan daripada menyerah pada kekuatan-kekuatan yang destruktif. •••

Sumber:

Anies Rasyid Baswedan on X (formerly Twitter): “The U.S. military strike on Venezuela is deeply regrettable, as it contradicts the very principles of sovereignty and multilateralism that America has long championed. As a self-proclaimed guardian of global democracy, this unilateral action raises serious questions about their… / X”

The U.S. military strike on Venezuela is deeply regrettable, as it contradicts the very principles of sovereignty and multilateralism that America has long championed. As a self-proclaimed guardian of global democracy, this unilateral action raises serious questions about their…

Dino Patti Djalal

Invasi militer & penangkapan/penculikan Presiden Venezuela Maduro oleh AS menandakan bhw hukum rimba tlh gantikan hukum internasional. Negara yg kuat merasa berhak melakukan aksi “semau gue” thdp negara lain. Ini pertanda kita memasuki a dangerous world order. Bagaimana sikap DK PBB ? Sikap G7 ? Bagaimana sikap Amerika Latin ? Bagaimana sikap Indonesia? Ujian bagi polugri bebas aktif yg berlandaskan pd prinsip.

Dino Patti Djalal on X (formerly Twitter): “Invasi militer & penangkapan/penculikan Presiden Venezuela Maduro oleh AS menandakan bhw hukum rimba tlh gantikan hukum internasional. Negara yg kuat merasa berhak melakukan aksi “semau gue” thdp negara lain. Ini pertanda kita memasuki a dangerous world order. Bagaimana sikap DK… / X”

Invasi militer & penangkapan/penculikan Presiden Venezuela Maduro oleh AS menandakan bhw hukum rimba tlh gantikan hukum internasional. Negara yg kuat merasa berhak melakukan aksi “semau gue” thdp negara lain. Ini pertanda kita memasuki a dangerous world order. Bagaimana sikap DK…

Anwar Ibrahim

Naskah Asli:
I have followed developments in Venezuela with grave concern. The leader of Venezuela and his wife were seized in a United States military operation of unusual scope and nature. Such actions constitute a clear violation of international law and amount to an unlawful use of force against a sovereign state.
President Maduro and his wife must be released without any undue delay. Whatever may be the reasons, the forcible removal of a sitting head of government through external action sets a dangerous precedent. It erodes fundamental restraints on the use of power between states and weakens the legal framework that underpins international order.
It is for the people of Venezuela to determine their own political future. As history has shown, abrupt changes in leadership brought about through external force will bring more harm than good, what more in a country already grappling with prolonged economic hardship and deep social strain.
Malaysia regards respect for international law and sovereignty as paramount to peaceful relations between states. Constructive engagement, dialogue and de-escalation remain the most credible path towards an outcome that protects civilians and allows Venezuelans to pursue their legitimate aspirations without further harm.
ANWAR IBRAHIM
Terjemahan:
Saya telah mengikuti perkembangan di Venezuela dengan keprihatinan yang mendalam. Pemimpin Venezuela dan istrinya ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat yang luar biasa luas dan bersifat tidak biasa. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan merupakan penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terhadap negara berdaulat.
Presiden Maduro dan istrinya harus dibebaskan tanpa penundaan yang tidak semestinya. Apa pun alasannya, penggulingan paksa kepala pemerintahan yang sedang menjabat melalui tindakan eksternal menciptakan preseden yang berbahaya. Hal itu mengikis batasan mendasar atas penggunaan kekuasaan antar negara dan melemahkan kerangka hukum yang mendasari tatanan internasional.
Rakyat Venezuela sendirilah yang menentukan masa depan politik mereka. Seperti yang telah ditunjukkan oleh sejarah, perubahan kepemimpinan yang tiba-tiba akibat kekuatan eksternal akan membawa lebih banyak kerugian daripada keuntungan, terlebih lagi di negara yang sudah bergulat dengan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan dan ketegangan sosial yang mendalam.
Malaysia menganggap penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan sebagai hal terpenting dalam hubungan damai antar negara. Keterlibatan konstruktif, dialog, dan de-eskalasi tetap menjadi jalan paling kredibel menuju hasil yang melindungi warga sipil dan memungkinkan warga Venezuela untuk mengejar aspirasi sah mereka tanpa membahayakan mereka lebih lanjut.
ANWAR IBRAHIM

Anwar Ibrahim on X (formerly Twitter): “I have followed developments in Venezuela with grave concern. The leader of Venezuela and his wife were seized in a United States military operation of unusual scope and nature. Such actions constitute a clear violation of international law and amount to an unlawful use of force… pic.twitter.com/9C1Fz1bppx / X”

I have followed developments in Venezuela with grave concern. The leader of Venezuela and his wife were seized in a United States military operation of unusual scope and nature. Such actions constitute a clear violation of international law and amount to an unlawful use of force… pic.twitter.com/9C1Fz1bppx

Mayor Zohran Kwame Mamdani

Naskah Asli:
I was briefed this morning on the U.S. military capture of Venezuelan President Nicolás Maduro and his wife, as well as their planned imprisonment in federal custody here in New York City.
Unilaterally attacking a sovereign nation is an act of war and a violation of federal and international law.
This blatant pursuit of regime change doesn’t just affect those abroad, it directly impacts New Yorkers, including tens of thousands of Venezuelans who call this city home. My focus is their safety and the safety of every New Yorker, and my administration will continue to monitor the situation and issue relevant guidance.
Terjemahan:
Pagi ini saya diberi pengarahan tentang penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya oleh militer AS, serta rencana pemenjaraan mereka di tahanan federal di sini, di Kota New York.
Menyerang suatu negara berdaulat secara sepihak merupakan tindakan perang dan pelanggaran hukum federal serta hukum internasional.
Upaya terang-terangan untuk menggulingkan rezim ini tidak hanya memengaruhi mereka yang berada di luar negeri, tetapi juga berdampak langsung pada warga New York, termasuk puluhan ribu warga Venezuela yang menyebut kota ini sebagai rumah mereka. Fokus saya adalah keselamatan mereka dan keselamatan setiap warga New York, dan pemerintahan saya akan terus memantau situasi dan mengeluarkan panduan yang relevan.

Mayor Zohran Kwame Mamdani on X (formerly Twitter): “I was briefed this morning on the U.S. military capture of Venezuelan President Nicolás Maduro and his wife, as well as their planned imprisonment in federal custody here in New York City. Unilaterally attacking a sovereign nation is an act of war and a violation of federal and… / X”

I was briefed this morning on the U.S. military capture of Venezuelan President Nicolás Maduro and his wife, as well as their planned imprisonment in federal custody here in New York City. Unilaterally attacking a sovereign nation is an act of war and a violation of federal and…

Leave your vote

CATEGORIES
TAGS
Share This

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.